Back to News & Articles
Enterprise Backup & BCDR Guides

Cara Menyusun Disaster Recovery Plan (DRP) untuk Perusahaan

Dokumen DRP tidak boleh sekadar menjadi syarat audit di atas kertas. Pelajari langkah praktis dan contoh disaster recovery plan yang siap dieksekusi saat insiden nyata.

One Data Asia Enterprise Architecture Team
Cara Menyusun Disaster Recovery Plan (DRP) untuk Perusahaan

Mencari contoh disaster recovery plan (DRP) yang benar-benar bisa dijalankan saat kondisi krisis merupakan langkah penting bagi setiap IT Manager dan jajaran manajemen risiko. Banyak perusahaan menyusun dokumen DRP tebal hanya demi memenuhi syarat audit tahunan, namun ketika server utama mati pada pukul 02.00 dini hari atau jaringan terkunci ransomware, tim di lapangan kebingungan menentukan siapa yang berwenang mengambil keputusan dan sistem mana yang harus dinyalakan terlebih dahulu.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Contoh Disaster Recovery Plan yang Teruji?

Sebuah contoh disaster recovery plan yang efektif adalah buku panduan operasional (runbook) yang jelas, ringkas, dan terukur. Dokumen ini menjembatani kebijakan Business Continuity di tingkat manajemen dengan prosedur teknis pemulihan server, database, jaringan, dan komunikasi darurat. Selain mencegah kepanikan yang memperpanjang downtime, kepemilikan DRP yang diuji secara berkala juga merupakan kewajiban dalam standar ISO/IEC 27001, regulasi OJK, dan UU PDP.

6 Langkah Menyusun Disaster Recovery Plan untuk Perusahaan

  1. Inventarisasi Aset & Business Impact Analysis (BIA): Buat daftar seluruh server fisik, virtual machine, aplikasi SaaS, dan perangkat jaringan, lalu kelompokkan ke dalam Tier 1 (Mission-Critical seperti ERP, Core System, POS, Active Directory), Tier 2 (Penting seperti File Server internal), dan Tier 3 (Pendukung).
  2. Tetapkan Target RTO dan RPO per Tier: Tentukan berapa lama suatu sistem boleh berhenti (Recovery Time Objective) dan berapa jam/menit data yang boleh hilang (Recovery Point Objective). Pelajari rumus perhitungannya di artikel RTO dan RPO: Cara Menentukan Target Pemulihan.
  3. Struktur Tim Tanggap Darurat & Rantai Komando: Cantumkan nama, jabatan, dan nomor kontak darurat untuk peran Incident Commander, Lead Infrastructure Engineer, Security Analyst, serta juru bicara manajemen.
  4. Pilih Arsitektur Teknologi Pemulihan yang Tepat: Pastikan teknologi yang digunakan mampu memenuhi target RTO/RPO di atas kertas—misalnya menggunakan Datto BCDR untuk Instant Virtualization, Acronis Disaster Recovery untuk automated runbooks, atau Robusta Espresso BCDR untuk kepatuhan data residency lokal Indonesia.
  5. Prosedur Step-by-Step Failover & Failback: Tuliskan urutan teknis penyalaan sistem secara berurutan (mulai dari Domain Controller / DNS, diikuti Database Server, baru kemudian Application Server) beserta langkah pengembalian data (failback) setelah server utama selesai diperbaiki.
  6. Jadwalkan Disaster Recovery Drill Berkala: Lakukan simulasi pemulihan minimal 6 bulan sekali di jaringan terisolasi untuk membuktikan bahwa waktu pemulihan aktual sesuai dengan target yang ditetapkan.

Ringkasan Struktur Contoh Disaster Recovery Plan (Template Eksekutif)

Dalam menyusun dokumen DRP perusahaan, pastikan lima bagian inti berikut selalu diperbarui setiap kuartal:

  • Bagian 1 – Kriteria Aktivasi DR: Kondisi apa yang memicu pengaktifan DRP (misalnya server outage diprediksi lebih dari 30 menit atau terdeteksi serangan ransomware).
  • Bagian 2 – Matriks Prioritas Workload: Tabel berisi nama server, lokasi backup, target RTO, target RPO, dan urutan booting.
  • Bagian 3 – Runbook Teknis Failover: Panduan login ke konsol Datto SIRIS / Recovery Cloud, langkah menyalakan VM cadangan, dan pengalihan rute jaringan/VPN.
  • Bagian 4 – Protokol Komunikasi Krisis: Template pemberitahuan internal kepada karyawan dan komunikasi eksternal kepada pelanggan atau regulator.
  • Bagian 5 – Log Pengujian & Evaluasi (DR Drill Report): Bukti tanggal pengujian terakhir, waktu RTO yang tercapai, dan catatan perbaikan.

Lihat juga ulasan dasar kami tentang apa itu BCDR dan bedanya dengan backup biasa. Butuh pendampingan menyusun dan menguji DRP perusahaan Anda? Konsultasikan gratis bersama tim arsitek One Data Asia.

contoh disaster recovery planDRP PerusahaanBusiness ContinuityRTO RPOISO 27001
Frequently Asked Questions

Frequently Asked Questions About Cara Menyusun Disaster Recovery Plan (DRP) untuk Perusahaan

Technical and business answers regarding deployment, licensing, and 24/7 managed support from One Data Asia.

Isi utama DRP meliputi Business Impact Analysis (daftar prioritas server Tier 1–3), target RTO dan RPO tiap aplikasi, daftar kontak tim tanggap darurat, prosedur teknis failover/failback langkah demi langkah, serta jadwal pengujian DR Drill.