Immutable Backup: Perlindungan Terakhir Perusahaan dari Ransomware
Ransomware modern selalu mengincar dan menghapus server backup terlebih dahulu. Pahami bagaimana cara kerja immutable backup mengunci data cadangan Anda.
Memahami dan menerapkan immutable backup kini menjadi syarat mutlak di dalam arsitektur keamanan siber setiap perusahaan modern. Dahulu, memiliki salinan backup di perangkat NAS atau cloud biasa sudah dianggap cukup untuk menghadapi serangan ransomware. Namun dalam beberapa tahun terakhir, taktik peretas telah berubah drastis: sebelum mengenkripsi server produksi utama, mereka terlebih dahulu menyusup ke dalam jaringan, mencuri kredensial administrator, lalu menghapus atau mengenkripsi seluruh repositori backup agar korban tidak memiliki pilihan selain membayar tebusan.
Apa Itu Immutable Backup dan Bagaimana Cara Kerja Teknologi WORM?
Secara sederhana, immutable backup adalah salinan data cadangan yang dikunci secara kriptografis menggunakan prinsip Write-Once-Read-Many (WORM) sehingga begitu data tersebut selesai ditulis ke media penyimpanan, data tersebut tidak dapat diubah, tidak dapat ditimpa, tidak dapat dienkripsi, dan tidak dapat dihapus oleh siapa pun—bahkan oleh akun Super Admin atau Root sekalipun—sampai batas waktu retensi (retention lock) yang ditentukan berakhir.
Dengan arsitektur ini di dalam program Business Continuity perusahaan, meskipun peretas berhasil mengambil alih konsol manajemen IT Anda, salinan backup Anda tetap utuh 100% dan siap digunakan untuk proses restore kapan saja.
Dua Cara Praktis Menerapkan Immutable Backup di Perusahaan
- All-in-One Appliance dengan Immutable Cloud (Datto BCDR): Perangkat Datto SIRIS menyimpan snapshot dengan arsitektur berbasis ZFS yang memisahkan akses sistem operasi produksi dari penyimpanan backup, lalu mereplikasikannya secara otomatis ke Datto Cloud yang terisolasi (air-gapped) dan bersifat immutable.
- S3 Object Lock pada Cloud Storage (Wasabi Cloud Storage + NAKIVO): Bagi perusahaan yang menggunakan software backup virtualisasi seperti NAKIVO, Veeam, atau Commvault, Anda dapat mengarahkan salinan offsite ke bucket Wasabi S3 dengan fitur Object Lock (Compliance Mode) aktif sesuai aturan backup 3-2-1.
Integrasikan Immutable Backup dengan Prosedur Tanggap Insiden
Memiliki cadangan yang tidak bisa dihapus adalah fondasi utama saat menjalankan langkah pertama saat kantor terkena ransomware. Ingin mengevaluasi apakah sistem backup perusahaan Anda saat ini sudah benar-benar immutable? Jadwalkan sesi audit dan demo gratis bersama One Data Asia.